Jumat, 07 Juli 2017

Pammana

  1. idhozander.blogspot.com/2012/12/sejarah-luwu-kedatuan-luwu.html   Salinan
    Sejarah Kedatuan Luwu ... Wajo dan Soppeng. ... Blog Sahabat. Belajar Komputer. Komponen-komponen pada Router/Switch Cisco Materi Dalam Hidup.
  2. kebudayaansoppeng.blogspot.com   Salinan
    I Pendahuluan Pengungkapan hari jadi Soppeng sangat besar arti dan maknanya, baik bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang, sehingga mereka dapat memahami dan ...
  3. cemmang1.blogspot.com   Salinan
    Cemmankcemmank@blogspot.com ... LINTAS BARINGENG DI KERAJAAN SOPPENG Letak Dan Geografisnya Baringeng merupakan salah satu Wilayah dalam kawasan Kedatuan Soppeng, ...
  4. makassar-sulsel.blogspot.com/2009/04/blog-post_8941.html   Salinan
    Kabupaten Soppeng adalah salah satu Kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Watansoppeng. ... Cari Blog Ini.
  5. bloggueloe.blogspot.com/2016/05/pertalian-negeri-negeri-bugis.html   Salinan
    Cari Blog Ini PERTALIAN DARAH PARA ... Mawatangngi Gowa, Panritai Wajo, Macenningngi Soppeng na MapanrEi ... Maka jadilah Kedatuan Luwu menjadi satu-satunya kerajaan ...
  6. zangpriboemi.blogspot.com/2012/11/struktur-kedatuan-luwu-sebuah...   Salinan
    Struktur jabatan ini sering kali menjadi perdebatan sengit dan menjadi tolak ukur apa dan bagaimana Kedatuan Luwu dapat eksis dan survive sampai sekarang ini. untuk ...
  7. imam-murtaqi-online.blogspot.com  › indonesia  › Sejarah
    Kerajaan Luwu - Bugis - Sulawesi SelatanKerajaan Luwu - Bugis - Sulawesi Selatan Situs Pelajar Indonesia, Materi Pelajaran SD, SMP, SMA, Blogger muda terbaik ...
  8. greatindnesia.blogspot.co.id/2013/11/kedatuan-luwu-sejarah...   Salinan
    Istana Kedatuan Luwu di Palopo dengan ciri khas Eropa, istana aslinya hancur oleh serbuan Belanda (galerypalopo@blogspot.com)

Kesultanan Soppeng

Kesultanan Soppeng

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kerajaan Soppeng)
Kedatuan Soppeng Pada mulanya, ada 60 komunitas yang dipimpin oleh matoa. Kedatangan To Manurung ri Sekkanyili yaitu La Temmamala dan We Tenripuppu Manurungnge ri GoariE kemudian membentuk kedatuan Soppeng Riaja dan kedatuan Soppeng riLau Kedua kerajaan kembar ini akhirnya menyatu

Sejarah Soppeng

Soppeng adalah sebuah kota kecil dimana dlm buku-buku lontara terdapat catatan tentang raja-raja yg pernah memerintah sampai berakhirnya status daerah Swapraja. Satu hal menarik sekali dalam lontara tsb bahwa jauh sebelum terbentuknya kerajaan Soppeng, telah ada kekuasaan yg mengatur daerah Soppeng, yaitu sebuah pemerintahan berbentuk demokrasi karena berdasar atas kesepakatan 60 pemukan masyarakat, namun saat itu Soppeng masih merupakan daerah yang terpecah-pecah sebagai suatu kerajaan2 kecil. Hal ini dapat dilihat dari jumlah Arung, Sulewatang, dan Paddanreng serta Pabbicara yang mempunyai kekuasaan tersendiri. Setelah kerajaan Soppeng terbentuk maka dikoordinir oleh Lili-lili yang kemudian disebut Distrikvdi Zaman Pemerintahan Belanda.

Daftar penguasa Soppeng/ Datu Soppeng

NO. NAMA GELAR KET.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
LATEMMAMALA
LAMARACINNA
LAMBA
WE TEKKAWANUA
LA MAKKANENGNGA
LA MAKKARELLA
LA PAWISENG
LA PASAMPOI
LA MANNUGA
LA’DE
LA MATAESSO
LA SEKKATI
LA MAPPALEPPE
BEOWE
LA TENRI BALI
WE ADANG
TENRI SENGE
LA PATAO
LA PADA SEJATI
LA PAREPPA
LA PADA SEJATI
BATARA RI TOJA
LA UDDANG RI LAU
BATARA RI TOJA
LA TEMMA SENGE
LA TONGENGE
LA MAPPAJANCI
LAMAPPAPOLEONRO
TENRIA WARUTENRI YAMPARENG
LA UNRU
LA ONRONG
TO LEMPENG
ABD. GANI
ST. SAINAB
H. ANDI WANA
H. ANDI GALIB
MANURUNGNGE RISEKKANYILI
MANURUNGNGE RISEKKANYILI
MANURUNGNGE RISEKKANYILI
MANURUNGNGE RISEKKANYILI
MANURUNGNGE RISEKKANYILI
MANURUNGNGE RISEKKANYILI
MANURUNGNGE RISEKKANYILI
SOROMPALIE
TOWAKKARENG MATINRO RI TANANA
MABOLONGNGE
PUANG LIPUE PATOLAE
MALLAJANGNGE RI AGELLANG
PATOLAE
PATOLAE
MATINROE RI RIADDATUNNA
MATINTOE RI MADELLO
MATINROE RI SALASSANA
RANRENG TOA MATINROE RI NAGA MATINROE RI BEULA
MATINROE RI SOMBA OPU
MATINROE RI BEULA
MATINROE RI LUWU
MATINROE RI MUSUNA
MATINROE RI LUWU
MATINROE RI MALLIMONGAN
MATINROE RI LAUNA
MATINROE RI LAUNA
MATINROE RI LAUNA
MATINROE RI LAUNA
MATINROE RI BARUGANA
MATINROE RI TENGNGANA SOPPENG
MATINROE RI TENGNGANA SOPPENG
MATINROE RI TENGNGANA SOPPENG
MATINROE RI PAKKASALOE
MATINROE RI PAKKASALOE
MATINROE RI PAKKASALOE
DATU MARIORIAWA
1300-1350
1350-1358
1358-1408
1408-1438
1438-1468
1468-1500
1500-1530
1530-1534
1534-1556
1556-1560
1560-1575
1575-1580
1580-1601
1601-1620
1620-1654
1654-1666
1666-1696
1696-1714
1714-1721
1721-1727
1722-1727
1727-1737
1737-1742
1742-1744
1744-1746
1746-1747
1747-1765
1765-1820
1820-1840
1840-1849
1849-1850
1850-1858
1858-1878
1878-1895
1895-1940
1940-19

Sumber





Kerajaan Soppeng

Kerajaan Soppeng,

2 komentar

Kerajaan Soppeng,

Oleh : Ahmad Risal SM, S,Pd.I
(ahmadrisalsmbizot@yahoo.co.id)

Di saat terjadi kekacauan, di Soppeng muncul dua orang To Manurung. Pertama, seorang wanita yang dikenal dengan nama Manurungnge ri Goarie yang kemudian memerintah Soppeng ri Aja. dan kedua, seorang laki-laki yang bernama La Temmamala Manurungnge ri Sekkanyili yang memerintah di Soppeng ri Lau. Akhirnya dua kerajaan kembar ini menjadi Kerajaaan Soppeng.



SEJARAH TERBENTUKNYA KERAJAAN SOPPENG

Soppeng adalah sebuah kota kecil dimana dlm buku-buku lontara terdapat catatan tentang raja-raja yg pernah memerintah sampai berahirnya status daerah Swapraja, satu hal menarik sekali dalam lontara tsb bahwa jauh sebelum terbentuknya kerajaan Soppeng, telah ada kekuasaan yg mengatur daerah Soppeng, yaitu sebuah pemerintahan berbentuk demokrasi karena berdasar atas kesepakatan 60 pemukan masyarakat, namun saat itu Soppeng masih merupakan daerah yang terpecah-pecah sebagai suatu kerajaan2 kecil. Hal ini dapat dilihat dari jumlah Arung,Sulewatang, dan Paddanreng serta Pabbicara yang mempunyai kekuasaan tersendiri. Setelah kerajaan Soppeng terbentuk maka dikoordinir oleh Lili-lili yang kemudian disebut Distrikvdi Zaman Pemerintahan Belanda.
Literatur yang ditulis tentang sejarah Soppeng masih sangat sedikit. Sebagaimana tentang daerah-daerah di Limae Ajattappareng, juga Mandar dan Toraja, Soppeng hanyalah daerah “kecil” dan mungkin “kurang signifikan” untuk diperebutkan oleh dominasi dua kekuatan di Sulawesi Selatan yakni Luwu dan Siang sebelum abad ke-16. Namun demikian, seperti disebutkan oleh sebuah kronik Soppeng, dulunya Soppeng bersama Wajo, sangat bergantung kepada kerajaan Luwu.




Seiring menguatnya kekuatan persekutuan Goa-Tallo di Makassar; untuk mengimbanginya, Bone sempat mengajak Wajo dan Soppeng membentuk persekutuan Tellumpocco pada perjanjian Timurung tahun 1582. Akan tetapi, masuknya Islam di Sulawesi Selatan di paruh akhir abad ke-16, ditandai dengan masuknya Karaeng Tallo I Mallingkang yang lebih dikenal sebagai Karaeng Matoaya serta penguasa Goa I Manga’rangi yang kemudian bergelar Sultan Alauddin, telah merubah peta politik di Sulawesi Selatan. Untuk sementara, kekuatan Bugis Makassar menjadi satu kekuatan baru untuk melawan orang kafir ketika Soppeng dan Sidenreng memeluk Islam tahun 1609, Wajo 1610 dan akhirnya Bone pada tahun 1611.


Perkembangan berikutnya sepanjang abad ke-17, menempatkan Soppeng pada beberapa perubahan keputusan politik ketika persaingan Bone dan Goa semakin menguat. Jauh sebelum perjanjian Timurung yang melahirkan persekutuan Tellumpocco, sebenarnya Soppeng sudah berada di pihak kerajaan Goa dan terikat dengan perjanjian Lamogo antara Goa dan Soppeng. Persekutuan Tellumpocco sendiri lahir atas “restu” Goa. Namun, ketika terjadi gejolak politik antara Bugis dan Makassar disebabkan oleh gerakan yang dipelopori oleh Arung Palakka dari Bone, Soppeng sempat terpecah dua ketika Datu Soppeng, Arung Mampu, dan Arung Bila bersekutu dengan Bone pada tahun 1660 sementara sebagian besar bangsawan Soppeng yang lain menolak perjanjian di atas rakit di Atappang itu.
***

ITULAH cuplikan kecil sejarah Soppeng di abad 16-17 yang terekam di dalam beberapa literatur penting. Sayangnya, walaupun buku kecil ini memuat subyek sejarah di judul kecilnya, alur fragmen penting sejarah Soppeng, minimal rangkumannya, tidak disentuh sama sekali kecuali kutipan Lontara Soppeng yang menuliskan silsilah raja-raja Soppeng mulai dari La Temmamala ManurungngE ri Sekkannyili yang menjadi raja pertama di sekitar tahun 1300 sampai raja-raja Soppeng berikutnya yang berakhir di tahun 1957 serta beberapa catatan kecil lainnya.

Namun, ada beberapa hal unik yang diceritakan di dalam di buku ini. Sebagaimana sejarah Sulawesi Selatan pada umumnya, proses terbentuknya komunitas masyarakat di Soppeng juga menyerupai daerah-daerah lainnya. Dimulai dari masa sianre balei tauwe sampai masa tomanurung, Lontara Soppeng juga memulai catatannya dengan cara sama, bahwa komunitas “resmi” orang Soppeng adalah ketika Matoa Ujung, Matoa Botto dan Matoa Bila bersama ketua persekutuan lainnya melantik tomanurung sebagai raja.

Menurut kronik ini, daerah Soppeng sebenarnya adalah daerah urban. Penduduk asli yang mendiami daerah ini semula berasal dari dua tempat, Sewo dan Gattareng. Kedua kelompok ini meninggalkan daerahnya masing-masing dan hidup berdampingan di Soppeng, kelompok yang datang dari daerah Sewo disebut orang Soppeng Riaja, dan kelompok yang berasal dari Gattareng disebut orang Soppeng Rilau. Mereka kemudian dipimpin oleh kepala-kepala persekutuan di kedua daerah masing-masing yang jumlahnya enam puluh orang pada waktu itu.

Belakangan, muncul seorang tomanurung di Sekkannyilli (wilayah Soppeng Riaja). Ketua-ketua persekutuan Soppeng Riaja dan Soppeng Rilau kemudian sepakat untuk mengangkat tomanurung tersebut sebagai raja. Sayangnya, ManurungngE ri Sekkannyili “menolak” penunjukan tersebut kecuali dengan tiga syarat: tidak dikhianati, tidak disekutukan, dan mengangkat sepupu sekalinya yang juga tomanurung di Libureng (wilayah Soppeng Rilau) sebagai raja di Soppeng Rilau. Dan begitulah, wilayah Soppeng pertama kali dipimpin oleh dua raja “kembar” tomanurung melalui pembagian wilayah kekuasaan. Selanjutnya, setelah kematian kedua raja ini, keturunan merekalah berdua yang silih berganti melanjutkan pemerintahan dengan menggabungkan wilayah Soppeng Riaja dan Soppeng Rilau ke dalam satu wilayah kekuasaan yang kemudian disebut Soppeng saja.
Hal unik lain dalam buku ini adalah pesan-pesan Arung Bila, sosok yang sangat dikenal melalui cerita-cerita rakyat dan di dalam berbagai kronik di Sulawesi Selatan khususnya lontara-lontara di Soppeng. Bahkan, buah pikiran Arung Bila sempat dimuat di dalam buku Dr. B.F. Mathes Boegineshe Christomathie yang diterbitkan di Amsterdam tahun 1872. Arung Bila diakui sebagai tomaccana to Soppeng (orang pintarnya Soppeng). Pikiran-pikiran Arung Bila telah mewarisi masyarakat Soppeng tata pemerintahan dan tata masyarakat yang beradab.

Namun siapakah Arung Bila yang dimaksud, belum ada yang bisa memastikan karena banyaknya bangsawan yang bernama Arung Bila di dalam sejarah kerajaan Soppeng. Riwayatnyapun tidak ada yang ditulis di dalam lontara. Beberapa sejarawan daerah mengatakan bahwa yang dimaksud Arung Bila di dalam kronik-kronik yang menuliskan ajaran-ajarannya adalah “La Maniaga”, namun ada pula yang mengatakan bahwa “La Taweng” atau “La Wadeng”. Dan membaca ajaran-ajarannya, sepertinya Arung Bila ini juga bukanlah bangsawan Soppeng yang mengambil keputusan politis untuk bersekutu dengan Bone pada tahun 1660 seperti dalam kutipan di atas.

Namun, lepas dari ketidakjelasan identitasnya, Arung Bila tomaccana to Soppeng sudah menjadi sumber tradisi yang kokoh bagi masyarakat Soppeng maupun masyarakat Sulawesi Barat dan Selatan pada umumnya. Ajaran-ajarannya tentang pangadereng (perihal adat istiadat) bukan hanya menyangkut tata pemerintahan dan hubungan antara raja dan rakyat, tetapi juga hubungan sesama anggota masyarakat, hubungan anak dan orang tua, bahkan hubungan antara suami dan istri.


  1. SEJARAH SOPPENG


Sejarah Soppeng diawali dengan munculnya “Tomanurung” dalam istilah bahasa Indonesia dikenal sebagai orang yang muncul seketika. Saat itu, masyarakat Soppeng tengah dilanda kegetiran dan kemiskinan ditambah dengan penderitaan rakyat, maka berkumpullah tokoh-tokoh masyarakat “tudang sipulung” untuk membahas masalah ini, di tengah pembicaraan mereka, seekor burung kakak tua (dalam bahasa Bugis

dikenal sebagai “cakkelle”). Cakkelle ini terbang tepat di atas perkumpulan itu, sehingga para tokoh yang melihatnya merasa ada sesuatu yang lain dari cakkelle ini. Akhirnya pimpinan tudang sipulung menyuruh si Jumet, salah seorang toko masyarakat bersama dengan rekannya yang lain untuk mengikuti cakkelle tersebut.

Hari Ulang Tahun Kab. Soppeng sebelumnya ditetapkan pada 13 Maret 1957 yang bertumpu pada keluarnya Undang-Undang No. 4 Tahun 1954 tentang pembentukan Daerah Otonom Bone, Wajo dan Soppeng di pandang menyimpang dari obyektivitas sejarah. Oleh karena itu sejumlah cendekiawan melakukan usun rembuk kajian sejarah yang makin dipertajam. Kesimpulan yang dihasilkan, hari ulang tahun Kab. Soppeng mesti merangkai benang merah masa lalu dengan perhitungan pelantikan LATEMMALA MANURUNG’E RI SEKKANYILIK yang menjadi Raja pertama Kab. Soppeng pada tahun 1261. Ikhwal penetapan tanggal dan bulan ditarik dari saat-saat yang memiliki makna tertentu, penetapan tanggal 23 dimaksudkan sebagai “Dua Tellu” yang berarti beberapa orang yang memiliki kebersamaan persatuan dan kesatuan (tidak sendirian). Adapun momentum bulan Maret sebagai pelantikan Bupati yang pertama sepanjang sejarah berdirinya Kabupaten Soppeng.

Soppeng Kingdom

  1. id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Soppeng   Salinan
    Kedatuan Soppeng Pada mulanya, ada 60 komunitas yang dipimpin oleh matoa. Kedatangan To Manurung ri Sekkanyili yaitu La Temmamala dan We Tenripuppu Manurungnge ri ...
  2. makkawaruwe.blogspot.co.id/2015/02/kerajaan-soppeng.html   Salinan
    Soppeng adalah sebuah kota kecil dimana dlm buku-buku lontara terdapat catatan tentang raja-raja yg pernah memerintah sampai berahirnya status daerah Swapraja, satu ...
  3. besswonomulyo.blogspot.co.id/2015/10/sejarah-orang-pertama...   Salinan
    Wilayah Cina ri Lau,Cina ri Aja dan kedatuan Soppeng kemudian di kenal sebagi Tana Ugi.Kata Ugi bersumber dari nama Raja pertama kedatuan Cina,La Sattumpugi.Suku ...
  4. tosoppeng.blogspot.com/2010/09/sejarah-singkat-kabupaten-soppeng...   Salinan
    Blog Pemula tidak banyak yang ... Dua Kedatuan yakni Soppeng Rilau dan Soppeng Riaja. Dua Tomanurung yaitu TOMANURUNG RI SEKKANYILI dan TOMANURUNG RI GOARIE.






  5. ana-ogi.blogspot.com/2012/11/asal-mula-nama-soppeng.html   Salinan
    Dua Kedatuan yakni Soppeng Rilau dan Soppeng Riaja. Dua Tomanurung yaitu TOMANURUNG RI SEKKANYILI dan TOMANURUNG RI GOARIE.
  6. watansoppeng.blogspot.com   Salinan
    selain itu,kota soppeng memiliki beberapa wisata alam,yaitu : Diposting oleh ... 18.34 1 komentar: Beranda. Langganan: Entri (Atom) Pengikut. Arsip Blog 2010 (4)
  7. infosulawesiselatan.blogspot.com/2010/02/sejarah-kabupaten-luwu.html   Salinan
    Pada saat ibukota Pemerintahan Kedatuan Luwu berkedudukan di Kamanre, ... Kabupaten Soppeng; Kabupaten Sinjai; Kabupaten Sidenreng Rappang; Kilas Sejarah Pinrang;
  8. makassar-sulsel.blogspot.com/2009/04/blog-post_8941.html   Salinan
    Kabupaten Soppeng adalah salah satu Kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Watansoppeng. ... Cari Blog In

Raja Soppeng

Marioriawa, Soppeng - Wikipedia bahasa Indonesia ... https://id.wikipedia.org/wiki/Marioriawa,_ Soppeng Yatu Petta Walue Datu Mariori...