- idhozander.blogspot.com/2012/12/sejarah-
luwu-kedatuan-luwu.html Salinan Sejarah Kedatuan Luwu ... Wajo dan Soppeng. ... Blog Sahabat. Belajar Komputer. Komponen-komponen pada Router/Switch Cisco Materi Dalam Hidup. - kebudayaansoppeng.blogspot.com SalinanI Pendahuluan Pengungkapan hari jadi Soppeng sangat besar arti dan maknanya, baik bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang, sehingga mereka dapat memahami dan ...
- cemmang1.blogspot.com SalinanCemmankcemmank@blogspot.com ... LINTAS BARINGENG DI KERAJAAN SOPPENG Letak Dan Geografisnya Baringeng merupakan salah satu Wilayah dalam kawasan Kedatuan Soppeng, ...
- makassar-sulsel.blogspot.com/2009/04/
blog-post_8941.html Salinan Kabupaten Soppeng adalah salah satu Kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Watansoppeng. ... Cari Blog Ini. - bloggueloe.blogspot.com/2016/05/
pertalian-negeri-negeri-bugis.html Salinan Cari Blog Ini PERTALIAN DARAH PARA ... Mawatangngi Gowa, Panritai Wajo, Macenningngi Soppeng na MapanrEi ... Maka jadilah Kedatuan Luwu menjadi satu-satunya kerajaan ... - zangpriboemi.blogspot.com/2012/11/
struktur-kedatuan-luwu-sebuah... Salinan Struktur jabatan ini sering kali menjadi perdebatan sengit dan menjadi tolak ukur apa dan bagaimana Kedatuan Luwu dapat eksis dan survive sampai sekarang ini. untuk ... - Kerajaan Luwu - Bugis - Sulawesi SelatanKerajaan Luwu - Bugis - Sulawesi Selatan Situs Pelajar Indonesia, Materi Pelajaran SD, SMP, SMA, Blogger muda terbaik ...
- greatindnesia.blogspot.co.id/2013/11/
kedatuan-luwu-sejarah... Salinan Istana Kedatuan Luwu di Palopo dengan ciri khas Eropa, istana aslinya hancur oleh serbuan Belanda (galerypalopo@blogspot.com)
Jumat, 07 Juli 2017
Pammana
Kesultanan Soppeng
Kesultanan Soppeng
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kerajaan Soppeng)
Kedatuan Soppeng
Pada mulanya, ada 60 komunitas yang dipimpin oleh matoa. Kedatangan To
Manurung ri Sekkanyili yaitu La Temmamala dan We Tenripuppu Manurungnge
ri GoariE kemudian membentuk kedatuan Soppeng Riaja dan kedatuan Soppeng
riLau Kedua kerajaan kembar ini akhirnya menyatu
Soppeng adalah
sebuah kota kecil dimana dlm buku-buku lontara terdapat catatan tentang
raja-raja yg pernah memerintah sampai berakhirnya status daerah
Swapraja. Satu hal menarik sekali dalam lontara tsb bahwa jauh sebelum
terbentuknya kerajaan Soppeng, telah ada kekuasaan yg mengatur daerah
Soppeng, yaitu sebuah pemerintahan berbentuk demokrasi karena berdasar
atas kesepakatan 60 pemukan masyarakat, namun saat itu Soppeng masih
merupakan daerah yang terpecah-pecah sebagai suatu kerajaan2 kecil. Hal
ini dapat dilihat dari jumlah Arung, Sulewatang, dan Paddanreng serta
Pabbicara yang mempunyai kekuasaan tersendiri. Setelah kerajaan Soppeng
terbentuk maka dikoordinir oleh Lili-lili yang kemudian disebut
Distrikvdi Zaman Pemerintahan Belanda.Sejarah Soppeng
Daftar penguasa Soppeng/ Datu Soppeng
| NO. | NAMA | GELAR | KET. |
| 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. |
LATEMMAMALA LAMARACINNA LAMBA WE TEKKAWANUA LA MAKKANENGNGA LA MAKKARELLA LA PAWISENG LA PASAMPOI LA MANNUGA LA’DE LA MATAESSO LA SEKKATI LA MAPPALEPPE BEOWE LA TENRI BALI WE ADANG TENRI SENGE LA PATAO LA PADA SEJATI LA PAREPPA LA PADA SEJATI BATARA RI TOJA LA UDDANG RI LAU BATARA RI TOJA LA TEMMA SENGE LA TONGENGE LA MAPPAJANCI LAMAPPAPOLEONRO TENRIA WARUTENRI YAMPARENG LA UNRU LA ONRONG TO LEMPENG ABD. GANI ST. SAINAB H. ANDI WANA H. ANDI GALIB |
MANURUNGNGE RISEKKANYILI MANURUNGNGE RISEKKANYILI MANURUNGNGE RISEKKANYILI MANURUNGNGE RISEKKANYILI MANURUNGNGE RISEKKANYILI MANURUNGNGE RISEKKANYILI MANURUNGNGE RISEKKANYILI SOROMPALIE TOWAKKARENG MATINRO RI TANANA MABOLONGNGE PUANG LIPUE PATOLAE MALLAJANGNGE RI AGELLANG PATOLAE PATOLAE MATINROE RI RIADDATUNNA MATINTOE RI MADELLO MATINROE RI SALASSANA RANRENG TOA MATINROE RI NAGA MATINROE RI BEULA MATINROE RI SOMBA OPU MATINROE RI BEULA MATINROE RI LUWU MATINROE RI MUSUNA MATINROE RI LUWU MATINROE RI MALLIMONGAN MATINROE RI LAUNA MATINROE RI LAUNA MATINROE RI LAUNA MATINROE RI LAUNA MATINROE RI BARUGANA MATINROE RI TENGNGANA SOPPENG MATINROE RI TENGNGANA SOPPENG MATINROE RI TENGNGANA SOPPENG MATINROE RI PAKKASALOE MATINROE RI PAKKASALOE MATINROE RI PAKKASALOE DATU MARIORIAWA |
1300-1350 1350-1358 1358-1408 1408-1438 1438-1468 1468-1500 1500-1530 1530-1534 1534-1556 1556-1560 1560-1575 1575-1580 1580-1601 1601-1620 1620-1654 1654-1666 1666-1696 1696-1714 1714-1721 1721-1727 1722-1727 1727-1737 1737-1742 1742-1744 1744-1746 1746-1747 1747-1765 1765-1820 1820-1840 1840-1849 1849-1850 1850-1858 1858-1878 1878-1895 1895-1940 1940-19 |
Sumber
Kerajaan Soppeng
Kerajaan Soppeng,
Kerajaan Soppeng,
Oleh : Ahmad Risal SM, S,Pd.I
(ahmadrisalsmbizot@yahoo.co.id)
Di saat terjadi kekacauan, di Soppeng muncul dua orang To Manurung. Pertama, seorang wanita yang dikenal dengan nama Manurungnge ri Goarie yang kemudian memerintah Soppeng ri Aja. dan kedua, seorang laki-laki yang bernama La Temmamala Manurungnge ri Sekkanyili yang memerintah di Soppeng ri Lau. Akhirnya dua kerajaan kembar ini menjadi Kerajaaan Soppeng.
SEJARAH TERBENTUKNYA KERAJAAN SOPPENG
Soppeng adalah sebuah kota kecil dimana dlm buku-buku lontara terdapat catatan tentang raja-raja yg pernah memerintah sampai berahirnya status daerah Swapraja, satu hal menarik sekali dalam lontara tsb bahwa jauh sebelum terbentuknya kerajaan Soppeng, telah ada kekuasaan yg mengatur daerah Soppeng, yaitu sebuah pemerintahan berbentuk demokrasi karena berdasar atas kesepakatan 60 pemukan masyarakat, namun saat itu Soppeng masih merupakan daerah yang terpecah-pecah sebagai suatu kerajaan2 kecil. Hal ini dapat dilihat dari jumlah Arung,Sulewatang, dan Paddanreng serta Pabbicara yang mempunyai kekuasaan tersendiri. Setelah kerajaan Soppeng terbentuk maka dikoordinir oleh Lili-lili yang kemudian disebut Distrikvdi Zaman Pemerintahan Belanda.
Literatur yang ditulis tentang sejarah Soppeng masih sangat sedikit. Sebagaimana tentang daerah-daerah di Limae Ajattappareng, juga Mandar dan Toraja, Soppeng hanyalah daerah “kecil” dan mungkin “kurang signifikan” untuk diperebutkan oleh dominasi dua kekuatan di Sulawesi Selatan yakni Luwu dan Siang sebelum abad ke-16. Namun demikian, seperti disebutkan oleh sebuah kronik Soppeng, dulunya Soppeng bersama Wajo, sangat bergantung kepada kerajaan Luwu.
Seiring menguatnya kekuatan persekutuan Goa-Tallo di Makassar; untuk mengimbanginya, Bone sempat mengajak Wajo dan Soppeng membentuk persekutuan Tellumpocco pada perjanjian Timurung tahun 1582. Akan tetapi, masuknya Islam di Sulawesi Selatan di paruh akhir abad ke-16, ditandai dengan masuknya Karaeng Tallo I Mallingkang yang lebih dikenal sebagai Karaeng Matoaya serta penguasa Goa I Manga’rangi yang kemudian bergelar Sultan Alauddin, telah merubah peta politik di Sulawesi Selatan. Untuk sementara, kekuatan Bugis Makassar menjadi satu kekuatan baru untuk melawan orang kafir ketika Soppeng dan Sidenreng memeluk Islam tahun 1609, Wajo 1610 dan akhirnya Bone pada tahun 1611.
Perkembangan berikutnya sepanjang abad ke-17, menempatkan Soppeng pada beberapa perubahan keputusan politik ketika persaingan Bone dan Goa semakin menguat. Jauh sebelum perjanjian Timurung yang melahirkan persekutuan Tellumpocco, sebenarnya Soppeng sudah berada di pihak kerajaan Goa dan terikat dengan perjanjian Lamogo antara Goa dan Soppeng. Persekutuan Tellumpocco sendiri lahir atas “restu” Goa. Namun, ketika terjadi gejolak politik antara Bugis dan Makassar disebabkan oleh gerakan yang dipelopori oleh Arung Palakka dari Bone, Soppeng sempat terpecah dua ketika Datu Soppeng, Arung Mampu, dan Arung Bila bersekutu dengan Bone pada tahun 1660 sementara sebagian besar bangsawan Soppeng yang lain menolak perjanjian di atas rakit di Atappang itu.
***
ITULAH cuplikan kecil sejarah Soppeng di abad 16-17 yang terekam di dalam beberapa literatur penting. Sayangnya, walaupun buku kecil ini memuat subyek sejarah di judul kecilnya, alur fragmen penting sejarah Soppeng, minimal rangkumannya, tidak disentuh sama sekali kecuali kutipan Lontara Soppeng yang menuliskan silsilah raja-raja Soppeng mulai dari La Temmamala ManurungngE ri Sekkannyili yang menjadi raja pertama di sekitar tahun 1300 sampai raja-raja Soppeng berikutnya yang berakhir di tahun 1957 serta beberapa catatan kecil lainnya.
Namun, ada beberapa hal unik yang diceritakan di dalam di buku ini. Sebagaimana sejarah Sulawesi Selatan pada umumnya, proses terbentuknya komunitas masyarakat di Soppeng juga menyerupai daerah-daerah lainnya. Dimulai dari masa sianre balei tauwe sampai masa tomanurung, Lontara Soppeng juga memulai catatannya dengan cara sama, bahwa komunitas “resmi” orang Soppeng adalah ketika Matoa Ujung, Matoa Botto dan Matoa Bila bersama ketua persekutuan lainnya melantik tomanurung sebagai raja.
Menurut kronik ini, daerah Soppeng sebenarnya adalah daerah urban. Penduduk asli yang mendiami daerah ini semula berasal dari dua tempat, Sewo dan Gattareng. Kedua kelompok ini meninggalkan daerahnya masing-masing dan hidup berdampingan di Soppeng, kelompok yang datang dari daerah Sewo disebut orang Soppeng Riaja, dan kelompok yang berasal dari Gattareng disebut orang Soppeng Rilau. Mereka kemudian dipimpin oleh kepala-kepala persekutuan di kedua daerah masing-masing yang jumlahnya enam puluh orang pada waktu itu.
Belakangan, muncul seorang tomanurung di Sekkannyilli (wilayah Soppeng Riaja). Ketua-ketua persekutuan Soppeng Riaja dan Soppeng Rilau kemudian sepakat untuk mengangkat tomanurung tersebut sebagai raja. Sayangnya, ManurungngE ri Sekkannyili “menolak” penunjukan tersebut kecuali dengan tiga syarat: tidak dikhianati, tidak disekutukan, dan mengangkat sepupu sekalinya yang juga tomanurung di Libureng (wilayah Soppeng Rilau) sebagai raja di Soppeng Rilau. Dan begitulah, wilayah Soppeng pertama kali dipimpin oleh dua raja “kembar” tomanurung melalui pembagian wilayah kekuasaan. Selanjutnya, setelah kematian kedua raja ini, keturunan merekalah berdua yang silih berganti melanjutkan pemerintahan dengan menggabungkan wilayah Soppeng Riaja dan Soppeng Rilau ke dalam satu wilayah kekuasaan yang kemudian disebut Soppeng saja.
Hal unik lain dalam buku ini adalah pesan-pesan Arung Bila, sosok yang sangat dikenal melalui cerita-cerita rakyat dan di dalam berbagai kronik di Sulawesi Selatan khususnya lontara-lontara di Soppeng. Bahkan, buah pikiran Arung Bila sempat dimuat di dalam buku Dr. B.F. Mathes Boegineshe Christomathie yang diterbitkan di Amsterdam tahun 1872. Arung Bila diakui sebagai tomaccana to Soppeng (orang pintarnya Soppeng). Pikiran-pikiran Arung Bila telah mewarisi masyarakat Soppeng tata pemerintahan dan tata masyarakat yang beradab.
Namun siapakah Arung Bila yang dimaksud, belum ada yang bisa memastikan karena banyaknya bangsawan yang bernama Arung Bila di dalam sejarah kerajaan Soppeng. Riwayatnyapun tidak ada yang ditulis di dalam lontara. Beberapa sejarawan daerah mengatakan bahwa yang dimaksud Arung Bila di dalam kronik-kronik yang menuliskan ajaran-ajarannya adalah “La Maniaga”, namun ada pula yang mengatakan bahwa “La Taweng” atau “La Wadeng”. Dan membaca ajaran-ajarannya, sepertinya Arung Bila ini juga bukanlah bangsawan Soppeng yang mengambil keputusan politis untuk bersekutu dengan Bone pada tahun 1660 seperti dalam kutipan di atas.
Namun, lepas dari ketidakjelasan identitasnya, Arung Bila tomaccana to Soppeng sudah menjadi sumber tradisi yang kokoh bagi masyarakat Soppeng maupun masyarakat Sulawesi Barat dan Selatan pada umumnya. Ajaran-ajarannya tentang pangadereng (perihal adat istiadat) bukan hanya menyangkut tata pemerintahan dan hubungan antara raja dan rakyat, tetapi juga hubungan sesama anggota masyarakat, hubungan anak dan orang tua, bahkan hubungan antara suami dan istri.
- SEJARAH SOPPENG
Sejarah Soppeng diawali dengan munculnya “Tomanurung” dalam istilah bahasa Indonesia dikenal sebagai orang yang muncul seketika. Saat itu, masyarakat Soppeng tengah dilanda kegetiran dan kemiskinan ditambah dengan penderitaan rakyat, maka berkumpullah tokoh-tokoh masyarakat “tudang sipulung” untuk membahas masalah ini, di tengah pembicaraan mereka, seekor burung kakak tua (dalam bahasa Bugis
dikenal sebagai “cakkelle”). Cakkelle ini terbang tepat di atas perkumpulan itu, sehingga para tokoh yang melihatnya merasa ada sesuatu yang lain dari cakkelle ini. Akhirnya pimpinan tudang sipulung menyuruh si Jumet, salah seorang toko masyarakat bersama dengan rekannya yang lain untuk mengikuti cakkelle tersebut.
Hari Ulang Tahun Kab. Soppeng sebelumnya ditetapkan pada 13 Maret 1957 yang bertumpu pada keluarnya Undang-Undang No. 4 Tahun 1954 tentang pembentukan Daerah Otonom Bone, Wajo dan Soppeng di pandang menyimpang dari obyektivitas sejarah. Oleh karena itu sejumlah cendekiawan melakukan usun rembuk kajian sejarah yang makin dipertajam. Kesimpulan yang dihasilkan, hari ulang tahun Kab. Soppeng mesti merangkai benang merah masa lalu dengan perhitungan pelantikan LATEMMALA MANURUNG’E RI SEKKANYILIK yang menjadi Raja pertama Kab. Soppeng pada tahun 1261. Ikhwal penetapan tanggal dan bulan ditarik dari saat-saat yang memiliki makna tertentu, penetapan tanggal 23 dimaksudkan sebagai “Dua Tellu” yang berarti beberapa orang yang memiliki kebersamaan persatuan dan kesatuan (tidak sendirian). Adapun momentum bulan Maret sebagai pelantikan Bupati yang pertama sepanjang sejarah berdirinya Kabupaten Soppeng.
Soppeng Kingdom
- id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Soppeng SalinanKedatuan Soppeng Pada mulanya, ada 60 komunitas yang dipimpin oleh matoa. Kedatangan To Manurung ri Sekkanyili yaitu La Temmamala dan We Tenripuppu Manurungnge ri ...
- makkawaruwe.blogspot.co.id/2015/02/
kerajaan-soppeng.html Salinan Soppeng adalah sebuah kota kecil dimana dlm buku-buku lontara terdapat catatan tentang raja-raja yg pernah memerintah sampai berahirnya status daerah Swapraja, satu ... - besswonomulyo.blogspot.co.id/2015/10/
sejarah-orang-pertama... Salinan Wilayah Cina ri Lau,Cina ri Aja dan kedatuan Soppeng kemudian di kenal sebagi Tana Ugi.Kata Ugi bersumber dari nama Raja pertama kedatuan Cina,La Sattumpugi.Suku ... - tosoppeng.blogspot.com/2010/09/sejarah-
singkat-kabupaten-soppeng... Salinan - ana-ogi.blogspot.com/2012/11/asal-mula-
nama-soppeng.html Salinan Dua Kedatuan yakni Soppeng Rilau dan Soppeng Riaja. Dua Tomanurung yaitu TOMANURUNG RI SEKKANYILI dan TOMANURUNG RI GOARIE. - watansoppeng.blogspot.com Salinanselain itu,kota soppeng memiliki beberapa wisata alam,yaitu : Diposting oleh ... 18.34 1 komentar: Beranda. Langganan: Entri (Atom) Pengikut. Arsip Blog 2010 (4)
- infosulawesiselatan.blogspot.
com/2010/02/sejarah-kabupaten-luwu.html Salinan Pada saat ibukota Pemerintahan Kedatuan Luwu berkedudukan di Kamanre, ... Kabupaten Soppeng; Kabupaten Sinjai; Kabupaten Sidenreng Rappang; Kilas Sejarah Pinrang; - makassar-sulsel.blogspot.com/2009/04/
blog-post_8941.html Salinan Kabupaten Soppeng adalah salah satu Kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Watansoppeng. ... Cari Blog In
Langganan:
Komentar (Atom)
Raja Soppeng
Marioriawa, Soppeng - Wikipedia bahasa Indonesia ... https://id.wikipedia.org/wiki/Marioriawa,_ Soppeng Yatu Petta Walue Datu Mariori...
-
Marioriawa, Soppeng - Wikipedia bahasa Indonesia ... https://id.wikipedia.org/wiki/Marioriawa,_ Soppeng Yatu Petta Walue Datu Mariori...
-
Kerajaan Soppeng, Diposting oleh ahmad risal 2 komentar di 08.51 Kerajaan Soppeng, Oleh : Ahmad Risal SM, S,Pd.I (ah...
-
Kesultanan Soppeng - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_ Soppeng Salinan Kedatuan So...

















